Pojok Pengurus Rumah Tangga Asing Pojok Pengurus Rumah Tangga Asing

Sambutan

Portal ini memberi informasi yang berkaitan dengan pekerjaan pengurus rumah tangga asing (PRTA) di Hong Kong, termasuk kebijakan pengiriman PRTA, bahan publikasi dan publisitas mengenai hak dan kewajiban PRTA serta majikan mereka berdasarkan hukum undang-undang buruh dan Kontrak Kerja Standar dalam mempekerjakan PRTA. Melalui informasi disitus Web ini, diharapkan dapat mendorong PRTA maupun majikan untuk membaca informasi sebelum menyetujui kontrak dan peraturan selama masa kerja.

Meski bukan persyaratan dari Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong bahwa majikan harus merekrut PRTA melalui agen tenaga kerja (AT), atau PRTA memperoleh pekerjaan dari agen tenaga kerja (AT), namun sebagian besar warga Hong Kong mempekerjakan PRTA melalui AT. Masing-masing negara asal PRTA mungkin memiliki persyaratan tertentu dan berbeda dari satu negara dengan negara lainnya. PRTA dan majikan juga didorong untuk membaca pasal “Melibatkan agen pekerjaan” sebagai hal yang perlu diingat ketika menggunakan jasa AT, dan menggunakan mesin pencari untuk mengidentifikasi AT dengan lisensi yang valid di Hong Kong.

Untuk perkara yang terkait dengan kriteria kelayakan dan prosedur dalam pendaftaran pekerjaan untuk PRTA, silakan kunjungi situs web Departemen Imigrasi.

Apa yang Baru
    


Pesan Penting Terkait COVID-19


Pengaturan Kontrol dan Pengujian Masuk Terbaru untuk Pembantu Rumah Tangga Asing

Silahkan klik disini untuk siaran pers terbaru.

Klik di sini untuk mengetahui tentang persyaratan pengujian pembantu rumah tangga asing yang akan datang untuk bekerja di Hong Kong.

Wabah Coronavius 2019 - Pertanyaan Yang Sering Diajukan terkait Pengurus Rumah Tangga Asing

Silahkan klik di sini untuk tahu lebih lanjut mengenai kewajiban dan tanggung jawab tenaga kerja dan Pengurus Rumah Tangga Asing menurut Undang-undang Tenaga Kerja dan Kontrak Kerja Standar, serta informasi terkait tentang Penyakit Coronavirus (COVID-19).

FDHs and majikan dapat mengunjungi "Situs Web Tematik COVID-19" (www.coronavirus.gov.hk/) untuk saran Kesehatan dalam mencegah pneumonia dan infeksi pernafasan. Situs web ini berisi informasi dalam bahasa Cina, Inggris, Tagalog, Bahasa Indonesia, Thai, Hindi, Sinhala, Bengali, Nepali dan Urdu.

Tanggal Peninjauan Terakhir 21 November 2022

Program Vaksinasi COVID-19 

Untuk janji temu daring atau rincian lainnya, silahkan kunjungi situs web Program Vaksinasi (www.covidvaccine.gov.hk). Situs web ini berisi informasi dalam bahasa Cina, Inggris, Tagalog, Indonesia, Thailand, Hindi, Sinhala, Bengal, Nepal dan Urdu.


Tanggal Peninjauan Terakhir 29 August 2022

Informasi Terkait Lainnya

Tunjangan Sakit dan Perlindungan Ketenagakerjaan di bawah Tindakan Anti-Epidemi

Undang-undang Ketenagakerjaan (Amandemen) 2022 berlaku 17 Juni 2022. Undang-undang Amandemen bertujuan untuk memperkuat perlindungan hak kerja dan tunjangan pekerja ketika mereka tidak masuk kerja karena kepatuhan mereka terhadap persyaratan anti-epidemi tertentu dan mendorong pekerja untuk menerima vaksinasi COVID-19. Info lebih lanjut silakan kunjungi: https://www.labour.gov.hk/eng/news/EAO2022.htm

Penambahan Hari Libur Resmi

Mulai tahun 2022, Hari Kelahiran Buddha akan menjadi hari libur resmi baru berdasarkan Peraturan Ketenagakerjaan. Silakan kunjungi tautan berikut untuk melihat informasi lebih lanjut: https://www.labour.gov.hk/eng/news/EAO2021.htm


2022.11.17 

Government adjusts nucleic acid testing arrangements for inbound persons

The Government announced today (November 17) that the nucleic acid testing arrangements for persons arriving at Hong Kong from overseas places or Taiwan will be adjusted starting from November 21. Relevant persons will only be required to undergo nucleic acid tests on the day of arrival at Hong Kong (i.e. “test-and-go” at the airport) and on Day 2 after arrival at Hong Kong, as well as daily rapid antigen tests (RATs) after arrival until Day 7 after arrival at Hong Kong. The existing compulsory nucleic acid testing requirement on Day 4 and Day 6 after arrival at Hong Kong will be lifted.

...

The Government announced today (November 17) that the nucleic acid testing arrangements for persons arriving at Hong Kong from overseas places or Taiwan will be adjusted starting from November 21. Relevant persons will only be required to undergo nucleic acid tests on the day of arrival at Hong Kong (i.e. “test-and-go” at the airport) and on Day 2 after arrival at Hong Kong, as well as daily rapid antigen tests (RATs) after arrival until Day 7 after arrival at Hong Kong. The existing compulsory nucleic acid testing requirement on Day 4 and Day 6 after arrival at Hong Kong will be lifted.

Since the implementation of the “0+3” arrangement for inbound persons from overseas places or Taiwan on September 26, there has been an increase in the number of imported cases but the ratio of confirmed cases has stabilised. During the six-week period from September 26 to November 6, the percentage of confirmed cases found among relevant inbound persons was 4.5 per cent. A vast majority of imported cases was already detected by the nucleic acid tests under “test-and-go” on the day of arrival at Hong Kong and on Day 2 after arrival at Hong Kong. The remaining confirmed cases detected by the Day 4 and Day 6 tests accounted for only 0.4 per cent and 0.1 per cent of the overall number of relevant inbound persons respectively. In other words, only 4 cases and 1 case were respectively detected per 1 000 inbound persons.

In view of the short incubation period of the Omicron virus variant, and taking into consideration the local epidemic situation and that inbound persons could move about in the community after “test-and-go” at the airport under the “0+3” arrangement, it may be more likely that confirmed cases detected by the nucleic acid tests on Day 4 and Day 6 stemmed from local infection rather than importation. These cases accounted for a relatively smaller proportion of the confirmed cases among relevant inbound persons, and were also at a relatively low level when compared to the local caseload. On the premise of proper risk management with precise measures while striking a balance between the needs of medical surveillance and reducing the impact on inbound persons, the Government considered that the nucleic acid testing requirements for relevant inbound persons can be adjusted.

The adjusted testing arrangements for inbound persons (aged three years old or above on the date of arrival at Hong Kong) arriving at Hong Kong from overseas places or Taiwan are detailed below:

  • Within 24 hours prior to boarding: RAT
  • Day 0 (i.e. day of arrival at Hong Kong): Nucleic acid test under “test-and-go” upon arrival at the airport
  • Day 2: Nucleic acid test at a community testing centre/community testing station or an ac-hoc mobile specimen collection station, or arrange a self-paid test by professional swab sampling at a local medical testing institution recognised by the Government; and
  • Day 1 to Day 7: Daily RATs. Can only leave the place of stay upon obtaining a negative result.

The handling arrangements for inbound persons tested positive align with that for local cases. Vaccine Pass of persons concerned will be switched to a Red Code. Relevant persons should provide information to the Centre for Health Protection through the online platforms (for nucleic acid tests or RATs). For further details, please refer to the webpage on Points to Note for Persons who Tested Positive.

From November 21 onwards, relevant inbound persons arriving at Hong Kong before that date will not be required to undergo the compulsory nucleic acid tests on Day 4 and Day 6 if they have already undergone the compulsory nucleic acid test on Day 2 as required. To maintain a certain extent of medical surveillance, apart from the nucleic acid tests to be done on the day of arrival and on Day 2 after arrival at Hong Kong, persons arriving at Hong Kong from overseas places or Taiwan are still required to undergo RATs on a daily basis after arrival at Hong Kong until Day 7 after arrival at Hong Kong. They can only leave the place of stay after obtaining a negative result.

As for inbound persons from the Mainland or Macao in general, the requirement of undergoing nucleic acid test on Day 2 after arrival at Hong Kong remains unchanged.

A Government spokesman said, “The Government will continue to tackle the epidemic development under the principles of science-based and targeted anti-epidemic measures, as well as the proper management of risks and citizen-focused facilitation. The Government will also adjust anti-epidemic measures as appropriate based on analyses of scientific data. It is our aim to facilitate activities and people flow essential to socio-economic recovery, so as to safeguard the well-being of citizens and protect the public healthcare system while reducing the disruption to normal social activities, with a view to achieving the greatest effect with the lowest cost. The Government adopts a prudent and stable approach in adjusting various anti-epidemic measures, in order to avoid a rebound of the epidemic situation and backtracking along the path to normalcy as far as practicable.”

The Government will gazette the relevant compulsory testing notices under the Prevention and Control of Disease (Compulsory Testing for Certain Persons) Regulation (Cap. 599J) to effect the above measures.


2022.09.24

Pengaturan Kontrol Masuk yang Terbaru untuk Pengurus Rumah Tangga Asing (PRTA) (Latest inbound control arrangement for foreign domestic helpers)

Departemen Tenaga Kerja (Labour Department - LD) hari ini (24 September) mengingatkan Pengurus Rumah Tangga Asing (PRTA) dan pemberi kerja bahwa Pemerintah akan menyesuaikan pengaturan kontrol masuk untuk orang yang tiba dari luar negeri efektif mulai tanggal 26 September (Senin).

...

Departemen Tenaga Kerja (Labour Department - LD) hari ini (24 September) mengingatkan Pengurus Rumah Tangga Asing (PRTA) dan pemberi kerja bahwa Pemerintah akan menyesuaikan pengaturan kontrol masuk untuk orang yang tiba dari luar negeri efektif mulai tanggal 26 September (Senin).

Juru bicara LD mengatakan, “PRTA yang datang untuk bekerja di Hong Kong mulai tanggal 26 September dan seterusnya akan dikenakan pengaturan kontrol masuk yang sudah direvisi menjadi model '0+3', yaitu mereka tidak perlu menjalani karantina di hotel pada saat kedatangan dan hanya akan dikenakan pengawasan medis selama tiga hari, diikuti dengan pemantauan mandiri selama empat hari. Mereka diharuskan untuk melakukan tes beberapa kali selama masa pengawasan medis dan masa pemantauan tiga hari berikutnya. Selama masa pengawasan medis, PRTA dapat bekerja di tempat tinggal pemberi kerja dan dapat keluar rumah dan melakukan aktivitas dasar sehari-hari yang beresiko rendah, misalnya menggunakan fasilitas transportasi, masuk ke supermarket dan pasar, dan sebagainya. Namun, mereka harus mengikuti ketentuan pembatasan Kode Amber pada Vaccine Pass, dan tidak boleh memasuki tempat-tempat beresiko tinggi dimana ada aktivitas tanpa masker atau aktivitas berkelompok, dan juga tempat-tempat lainnya yang memerlukan perlindungan khusus (Catatan).”

Mengingat kondisi masing-masing keluarga, Komisaris Tenaga Kerja memberikan persetujuan kepada pemberi kerja untuk memilih dan mengatur tempat tinggal PRTA apakah di hotel atau guest-house berlisensi untuk menyelesaikan masa tiga hari pengawasan medis dan empat hari pemantauan mandiri. Untuk keperluan ini, tidak perlu memasukkan permohonan ke LD. Jika pemberi kerja mengatur PRTA untuk menjalani pengawasan medis dan pemantauan mandiri di hotel atau guest-house berlisensi, pemberi kerja harus menanggung biaya akomodasi dan memberikan tunjangan makanan kepada PRTA untuk periode tersebut. Daftar hotel atau guest-house berlisensi dapat dilihat di sini. Jika seorang PRTA tidak dapat bekerja di tempat tinggal pemberi kerjanya karena pemberi kerja telah mengatur agar PRTA tersebut menjalani pengawasan medis dan pemantauan mandiri di tempat selain tempat tinggal pemberi kerja, maka pemberi kerja harus membayar PRTA dengan jumlah yang setara dengan remunerasi yang akan diperoleh PRTA jika dia bekerja selama periode tersebut.

Selain itu, mulai tanggal 26 September, PRTA yang datang ke Hong Kong untuk bekerja hanya perlu untuk menunjukkan bukti hasil negatif tes rapid antigen (RAT) yang dilakukan maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Bukti hasil negatif tes asam nukleat sebelum keberangkatan tidak diperlukan lagi. PRTA tetap harus melengkapi Deklarasi Informasi Kesehatan & Karantina dari Departemen Kesehatan (www.chp.gov.hk/hdf) sebelum naik pesawat untuk memberikan pernyataan kelengkapan vaksinasi dan hasil RAT sebelum keberangkatan.

Sesuai dengan model "0+3", pengaturan Hotel Karantina yang Ditunjuk (DQH) akan dibatalkan. Hari kedatangan di Hong Kong dimana tes asam nukleat pertama dilakukan adalah Hari ke-0. Selama pengawasan medis, PRTA harus melakukan RAT setiap hari dan diharuskan menjalani tes asam nukleat pada Hari ke-2. Setelah mendapatkan hasil tes negatif secara berturut-turut, kode Vaccine Pass milik PRTA akan berubah menjadi Kode Biru pada Hari ke-3 setelah kedatangan di Hong Kong. Setelah selesainya pengawasan medis, PRTA harus menjalani pemantauan mandiri selama empat hari berikutnya dan harus melakukan RAT setiap hari sampai Hari ke-7. Mereka juga diharuskan untuk melakukan tes asam nukleat pada Hari ke-4 dan Hari ke-6.

Untuk PRTA yang tiba di Hong Kong sebelum tanggal 26 September dan masih menjalani karantina di DQH pada hari yang sama, mereka diizinkan untuk meninggalkan hotel pada tanggal 26 September sebagaimana diatur oleh pihak hotel. PRTA yang tiba di Hong Kong dalam kurun waktu tiga hari (yaitu tiba di Hong Kong antara tanggal 24 sampai 26 September) akan tetap harus menjalani pengawasan medis dan mengikuti pembatasan Kode Amber. Jika pemberi kerja memilih agar PRTA meneruskan tinggal di hotel untuk menyelesaikan pengawasan medis dan pemantauan mandiri, pemberi kerja dapat menghubungi pihak hotel secara langsung. Pemberi kerja diharuskan untuk menanggung biaya akomodasi dan memberikan tunjangan makanan kepada PRTA, serta membayar PRTA dengan jumlah yang setara dengan remunerasi yang akan diperoleh PRTA jika mereka sudah mulai bekerja selama periode pengawasan medis dan pemantauan mandiri di hotel.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan di atas, silahkan merujuk ke siaran pers Pemerintah pada tanggal 24 September (www.info.gov.hk/gia/general/202209/24/P2022092400048.htm).

Portal khusus PRTA dari LD (www.fdh.labour.gov.hk) juga menyediakan informasi dan tautan yang berguna terkait pengaturan kontrol masuk untuk PRTA. Jika ada pertanyaan tentang pengaturan kontrol masuk untuk PRTA, silahkan menghubungi LD melalui hotline 24 jam di 2717 1771 (ditangani oleh 1823), melalui email ke fdh-enquiry@labour.gov.hk atau melalui formulir online di portal khusus (www.fdh.labour.gov.hk).

Catatan:
Orang-orang dengan kategori Kode Amber tidak dapat memasuki tempat-tempat di bawah ini tergantung pada “pemeriksaan aktif” Vaccine Pass dan tempat-tempat lain dengan kapasitas sebagai pelanggan atau pengunjung:

Tempat-tempat yang diatur oleh Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Persyaratan dan Pengarahan) (Bisnis and Tempat) (Bab. 599F) tergantung pada “pemeriksaan aktif” Vaccine Pass:

  • Tempat-tempat yang diharuskan untuk menggunakan QR Code Verification Scanner dan diatur dibawah Bab 599F, yaitu tempat bisnis katering (termasuk bar dan pub), pusat hiburan permainan, pemandian, pusat kebugaran, tempat hiburan, tempat hiburan umum dalam ruangan, ruang pesta, salon kecantikan dan tempat pijat, club house, klub atau klub malam, tempat karaoke, tempat mahjong, ruangan olah raga, kolam renang, kapal pesiar, ruangan acara, pemangkas rambut atau salon rambut dan tempat-tempat ibadah.
  • Tempat-tempat yang mengharuskan pemeriksaan Vaccine Pass sejauh mungkin secara visual, yaitu tempat hiburan umum di luar ruangan, tempat olah raga di luar ruangan dan tempat acara di luar ruangan.

Tempat-tempat lain: rumah perawatan orang tua/panti jompo, rumah perawatan untuk penyandang disabiliti, sekolah dan tempat-tempat pelayanan kesehatan yang ditunjuk.


2022.09.21

Langkah-langkah untuk membantu pengurus rumah tangga asing dan majikan untuk mengatasi pandemi COVID-19 diperpanjang (Measures to assist foreign domestic helpers and employers cope with COVID-19 pandemic extended)

Pemerintah hari ini ( 21 September) mengumumkan bahwa langkah-langkah untuk membantu pekerja rumah tangga asing (FDHs) dan majikan mereka untuk mengatasi pandemi COVID-19 akan diperpanjang.

...

Pemerintah hari ini ( 21 September) mengumumkan bahwa langkah-langkah untuk membantu pekerja rumah tangga asing (FDHs) dan majikan mereka untuk mengatasi pandemi COVID-19 akan diperpanjang.

Perpanjangan masa berlaku kontrak yang ada

Pemerintah akan terus memungkinkan pemberi kerja untuk memperpanjang masa berlaku kontrak yang ada dengan FDH keluar mereka. Untuk semua kontrak FDH yang akan berakhir pada atau sebelum 31 Desember 2022 , Komisioner Tenaga Kerja telah memberikan persetujuan prinsip untuk memperpanjang masa kerja yang tercantum dalam Klausul 2 Kontrak Kerja Standar untuk jangka waktu paling lama enam bulan, atas dasar bahwa variasi tersebut disepakati bersama oleh majikan dan FDH yang bersangkutan. Namun, aplikasi untuk perpanjangan kontrak lebih lanjut yang telah diperpanjang berdasarkan pengaturan fleksibilitas yang diumumkan sebelumnya tidak akan dipertimbangkan.

Jika pengaturan tidak dapat dibuat untuk FDH yang baru direkrut untuk datang ke Hong Kong dalam jangka waktu enam bulan yang disebutkan di atas, dan majikan harus terus mempekerjakan FDH -nya di luar jangka waktu enam bulan yang diperpanjang, majikan harus mempertimbangkan mengajukan perpanjangan kontrak dengan FDH yang ada.

Penundaan kembali ke tempat asal

Dalam keadaan normal, seorang FDH dengan kontrak baru dengan majikan yang sama, atau karena akan memulai kontrak baru dengan majikan baru setelah berakhirnya kontrak yang ada, dapat mengajukan permohonan ke Departemen Imigrasi (ImmD) untuk menunda kepul angannya ke tempat asal tidak lebih dari satu tahun setelah kontrak yang ada berakhir, dengan persetujuan majikannya yang sekarang atau majikan barunya.

Mengingat pandemi COVID-19 , Pemerintah akan lebih memperpanjang pengaturan fleksibilitas saat ini. Jika seorang FDH tidak dapat kembali ke tempat asalnya dalam jangka waktu satu tahun tersebut, ia dapat, atas persetujuan majikan, mengajukan permohonan kepada ImmD untuk perpanjangan lebih lanjut dari batas tinggal sampai akhir masa tinggal. kontraknya sedemikian rupa sehingga ia dapat kembali ke tempat asalnya dalam jangka waktu tersebut. Permohonan tersebut dapat diterima dalam waktu delapan minggu sebelum berakhirnya batas tinggal FDH yang ada (yaitu sama dengan perpanjangan kontrak).

Pemerintah mengingatkan pengusaha dan FDHs bahwa pengaturan fleksibilitas di atas harus disepakati bersama di antara mereka, dan bahwa persyaratan FDHs kembali ke tempat asalnya tetap berlaku. Majikan harus mengatur agar FDH mereka kembali ke tempat asal mereka dalam batas waktu tinggal yang diperpanjang.

Pemerintah akan terus memantau situasi dan meninjau langkah-langkah di atas dan pengaturan fleksibilitas jika diperlukan.

Untuk mengaitkan dengan langkah-langkah pencegahan penyakit dan mengurangi arus orang, Pemerintah mengimbau anggota masyarakat untuk mengajukan aplikasi visa untuk FDH dan mempekerjakan FDH lebih lanjut melalui cara online, termasuk melalui aplikasi seluler ImmD .  Melalui layanan elektronik untuk aplikasi visa dan pengaturan "e-Visa" yang diterapkan oleh ImmD, masyarakat dapat menyelesaikan seluruh proses aplikasi visa, termasuk pengajuan aplikasi, pembayaran, dan pengambilan "e-Visa". Mereka juga dapat menanyakan tentang status aplikasi dan menyerahkan dokumen tambahan dan pemberitahuan pemutusan dini kontrak kerja melalui halaman web khusus "Layanan Online untuk Pembantu Rumah Tangga Asing" yang dibuat oleh ImmD di www.immd.gov.hk/fdh. Seluruh proses tidak mengharuskan mereka untuk mengunjungi kantor ImmD secara langsung untuk melalui formalitas, yang nyaman dan menghemat waktu, sekaligus mengurangi kebutuhan untuk bepergian dan berkontribusi pada upaya memerangi virus bersama.

Pemerintah juga menghimbau majikan dan FDHs mereka untuk memperhatikan batas masa tinggal dan masa berlaku paspor dari FDHs dan mengatur permohonan visa dan penggantian paspor terlebih dahulu.

Untuk pertanyaan tentang hak kerja dan manfaat FDHs , silakan hubungi Departemen Tenaga Kerja (LD) di hotline FDH khusus di 2157 9537 (diawaki oleh 1823 ) atau melalui email ke fdh-enquiry@labour.gov.hk. Portal FDH khusus (www.fdh.labour.gov.hk) yang didirikan oleh LD juga menyediakan informasi dan tautan berguna yang berkaitan dengan penggunaan FDHs . Untuk pertanyaan tentang aplikasi visa FDH, silakan hubungi ImmD dengan menghubungi hotline pertanyaan di 2824 6111 atau dengan mengirim email ke enquiry@immd.gov.hk.


2022.02.24

Majikan dilarang memberhentikan pengurus rumah tangga asing yang terjangkit covid-19 (Employers should not dismiss foreign domestic helpers who have contracted COVID-19)

Hari ini (24 Februari), Departemen Tenaga Kerja (LD) mengingatkan bahwa majikan dilarang memberhentikan pengurus rumah tangga asing (FDH) yang terjangkit COVID-19 dan diharuskan untuk mematuhi persyaratan berdasarkan UU Ketenagakerjaan (EO) dan Kontrak Kerja Standar (SEC) di tengah pandemi.

...

Hari ini (24 Februari), Departemen Tenaga Kerja (LD) mengingatkan bahwa majikan dilarang memberhentikan pengurus rumah tangga asing (FDH) yang terjangkit COVID-19 dan diharuskan untuk mematuhi persyaratan berdasarkan UU Ketenagakerjaan (EO) dan Kontrak Kerja Standar (SEC) di tengah pandemi.

Juru bicara LD mengatakan bahwa, "Majikan yang mempekerjakan FDH harus mematuhi kewajiban dan persyaratan berdasarkan EO dan SEC. Kami ingin mengingatkan bahwa para majikan dilarang memutus kontrak kerja karena FDH terjangkit COVID-19. Berdasarkan EO, majikan dilarang memutus kontrak kerja pekerja pada hari cuti sakit berbayarnya, kecuali dalam hal pemecatan mendadak akibat kelalaian serius yang dilakukan oleh pekerja. Majikan yang melanggar ketentuan yang relevan di EO akan dianggap melanggar hukum dan dapat dijatuhi tuntutan, serta, atas putusan bersalah, dapat dikenai denda maksimum sebesar $100.000. Selain itu, apabila majikan melanggar EO, yang bersangkutan akan dianggap tidak memenuhi syarat untuk mempekerjakan FDH dalam rentang waktu tertentu dan pengajuan visa untuk FDH akan ditolak. Majikan juga diingatkan atas kemungkinan pelanggaran UU Diskriminasi Penyandang Disabilitas (DDO) apabila majikan tersebut memperlakukan FDH secara tidak baik (misalnya memberhentikan) karena terjangkit oleh atau telah sembuh dari COVID-19."

Selama EO berlaku, majikan harus memberikan cuti sakit dan tunjangan sakit kepada FDH yang memenuhi syarat sesuai dengan EO apabila FDH tersebut jatuh sakit. Apabila hari sakit berbayar belum cukup terkumpul oleh FDH yang sakit untuk menutupi masa cuti sakitnya, Pemerintah mengimbau majikan untuk berbelas kasih dan mempertimbangkan untuk memberikan cuti sakit berbayar kepada FDH. Selain itu, berdasarkan ketentuan dalam SEC, majikan harus memberikan akomodasi yang sesuai tanpa dipungut biaya serta pengobatan medis bebas biaya kepada FDH.

Juru bicara melanjutkan, "FDH membantu keluarga Hong Kong untuk melakukan pekerjaan rumah tangga serta merawat lansia dan mengasuh anak. Mereka berkontribusi besar untuk Hong Kong. Saat ini, jumlah FDH sudah menurun menjadi sekitar 340.000 dari puncaknya, yakni 400.000 pada Januari 2020 akibat pandemi. Dalam menghadapi pandemi, diperlukan sikap saling mendukung dan pengertian. Demi memenuhi kebutuhan keluarga setempat, kita harus meningkatkan dukungan dan perlindungan kepada FDH agar reputasi Hong Kong sebagai tempat kerja yang menarik bagi FDH tetap terjaga. Pemerintah mengimbau para majikan dan FDH untuk melawan virus bersama-sama. Majikan tidak boleh sewenang-wenang memberhentikan FDH yang terinfeksi. Setiap FDH yang dipecat oleh majikan akibat terjangkit COVID-19 dapat mendatangi LD untuk mendapatkan bantuan."

FDH dan majikan dapat menelepon saluran siaga FDH di 21579537 (ditangani oleh 1823), mengirim surel ke fdh-enquiry@labour.gov.hk atau menghubungi LD melalui formulir daring di Portal khusus (www.fdh.labour.gov.hk). Untuk informasi terkait COVID-19 dan DDO, majikan dapat merujuk pada situs web Komisi Kesetaraan Kesempatan

(www.eoc.org.hk/en/news-and-events/covid-19-and-discrimination).