Pojok Pengurus Rumah Tangga Asing Pojok Pengurus Rumah Tangga Asing

Sambutan

Portal ini memberi informasi yang berkaitan dengan pekerjaan pengurus rumah tangga asing (PRTA) di Hong Kong, termasuk kebijakan pengiriman PRTA, bahan publikasi dan publisitas mengenai hak dan kewajiban PRTA serta majikan mereka berdasarkan hukum undang-undang buruh dan Kontrak Kerja Standar dalam mempekerjakan PRTA. Melalui informasi disitus Web ini, diharapkan dapat mendorong PRTA maupun majikan untuk membaca informasi sebelum menyetujui kontrak dan peraturan selama masa kerja.

Meski bukan persyaratan dari Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong bahwa majikan harus merekrut PRTA melalui agen tenaga kerja (AT), atau PRTA memperoleh pekerjaan dari agen tenaga kerja (AT), namun sebagian besar warga Hong Kong mempekerjakan PRTA melalui AT. Masing-masing negara asal PRTA mungkin memiliki persyaratan tertentu dan berbeda dari satu negara dengan negara lainnya. PRTA dan majikan juga didorong untuk membaca pasal “Melibatkan agen pekerjaan” sebagai hal yang perlu diingat ketika menggunakan jasa AT, dan menggunakan mesin pencari untuk mengidentifikasi AT dengan lisensi yang valid di Hong Kong.

Untuk perkara yang terkait dengan kriteria kelayakan dan prosedur dalam pendaftaran pekerjaan untuk PRTA, silakan kunjungi situs web Departemen Imigrasi.

Apa yang Baru
    


Pesan Penting Terkait COVID-19


Pengaturan Karantina untuk Pengurus Rumah Tangga Asing

Silahkan klik disini untuk siaran pers terbaru.

Wabah Coronavius 2019 - Pertanyaan Yang Sering Diajukan terkait Pengurus Rumah Tangga Asing

Silahkan klik di sini untuk tahu lebih lanjut mengenai kewajiban dan tanggung jawab tenaga kerja dan Pengurus Rumah Tangga Asing menurut Undang-undang Tenaga Kerja dan Kontrak Kerja Standar, serta informasi terkait tentang Penyakit Coronavirus (COVID-19).

FDHs and majikan dapat mengunjungi "Situs Web Tematik COVID-19" (www.coronavirus.gov.hk/) untuk saran Kesehatan dalam mencegah pneumonia dan infeksi pernafasan. Situs web ini berisi informasi dalam bahasa Cina, Inggris, Tagalog, Bahasa Indonesia, Thai, Hindi, Sinhala, Bengali, Nepali dan Urdu.

Tanggal Peninjauan Terakhir 26 September 2022

Program Vaksinasi COVID-19 

Untuk janji temu daring atau rincian lainnya, silahkan kunjungi situs web Program Vaksinasi (www.covidvaccine.gov.hk). Situs web ini berisi informasi dalam bahasa Cina, Inggris, Tagalog, Indonesia, Thailand, Hindi, Sinhala, Bengal, Nepal dan Urdu.


Tanggal Peninjauan Terakhir 29 August 2022

Informasi Terkait Lainnya

Tunjangan Sakit dan Perlindungan Ketenagakerjaan di bawah Tindakan Anti-Epidemi

Undang-undang Ketenagakerjaan (Amandemen) 2022 berlaku 17 Juni 2022. Undang-undang Amandemen bertujuan untuk memperkuat perlindungan hak kerja dan tunjangan pekerja ketika mereka tidak masuk kerja karena kepatuhan mereka terhadap persyaratan anti-epidemi tertentu dan mendorong pekerja untuk menerima vaksinasi COVID-19. Info lebih lanjut silakan kunjungi: https://www.labour.gov.hk/eng/news/EAO2022.htm

Penambahan Hari Libur Resmi

Mulai tahun 2022, Hari Kelahiran Buddha akan menjadi hari libur resmi baru berdasarkan Peraturan Ketenagakerjaan. Silakan kunjungi tautan berikut untuk melihat informasi lebih lanjut: https://www.labour.gov.hk/eng/news/EAO2021.htm


2022.09.24 

Pengaturan Kontrol Masuk yang Terbaru untuk Pengurus Rumah Tangga Asing (PRTA) (Latest inbound control arrangement for foreign domestic helpers)

Departemen Tenaga Kerja (Labour Department - LD) hari ini (24 September) mengingatkan Pengurus Rumah Tangga Asing (PRTA) dan pemberi kerja bahwa Pemerintah akan menyesuaikan pengaturan kontrol masuk untuk orang yang tiba dari luar negeri efektif mulai tanggal 26 September (Senin).

...

Departemen Tenaga Kerja (Labour Department - LD) hari ini (24 September) mengingatkan Pengurus Rumah Tangga Asing (PRTA) dan pemberi kerja bahwa Pemerintah akan menyesuaikan pengaturan kontrol masuk untuk orang yang tiba dari luar negeri efektif mulai tanggal 26 September (Senin).

Juru bicara LD mengatakan, “PRTA yang datang untuk bekerja di Hong Kong mulai tanggal 26 September dan seterusnya akan dikenakan pengaturan kontrol masuk yang sudah direvisi menjadi model '0+3', yaitu mereka tidak perlu menjalani karantina di hotel pada saat kedatangan dan hanya akan dikenakan pengawasan medis selama tiga hari, diikuti dengan pemantauan mandiri selama empat hari. Mereka diharuskan untuk melakukan tes beberapa kali selama masa pengawasan medis dan masa pemantauan tiga hari berikutnya. Selama masa pengawasan medis, PRTA dapat bekerja di tempat tinggal pemberi kerja dan dapat keluar rumah dan melakukan aktivitas dasar sehari-hari yang beresiko rendah, misalnya menggunakan fasilitas transportasi, masuk ke supermarket dan pasar, dan sebagainya. Namun, mereka harus mengikuti ketentuan pembatasan Kode Amber pada Vaccine Pass, dan tidak boleh memasuki tempat-tempat beresiko tinggi dimana ada aktivitas tanpa masker atau aktivitas berkelompok, dan juga tempat-tempat lainnya yang memerlukan perlindungan khusus (Catatan).”

Mengingat kondisi masing-masing keluarga, Komisaris Tenaga Kerja memberikan persetujuan kepada pemberi kerja untuk memilih dan mengatur tempat tinggal PRTA apakah di hotel atau guest-house berlisensi untuk menyelesaikan masa tiga hari pengawasan medis dan empat hari pemantauan mandiri. Untuk keperluan ini, tidak perlu memasukkan permohonan ke LD. Jika pemberi kerja mengatur PRTA untuk menjalani pengawasan medis dan pemantauan mandiri di hotel atau guest-house berlisensi, pemberi kerja harus menanggung biaya akomodasi dan memberikan tunjangan makanan kepada PRTA untuk periode tersebut. Daftar hotel atau guest-house berlisensi dapat dilihat di sini. Jika seorang PRTA tidak dapat bekerja di tempat tinggal pemberi kerjanya karena pemberi kerja telah mengatur agar PRTA tersebut menjalani pengawasan medis dan pemantauan mandiri di tempat selain tempat tinggal pemberi kerja, maka pemberi kerja harus membayar PRTA dengan jumlah yang setara dengan remunerasi yang akan diperoleh PRTA jika dia bekerja selama periode tersebut.

Selain itu, mulai tanggal 26 September, PRTA yang datang ke Hong Kong untuk bekerja hanya perlu untuk menunjukkan bukti hasil negatif tes rapid antigen (RAT) yang dilakukan maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Bukti hasil negatif tes asam nukleat sebelum keberangkatan tidak diperlukan lagi. PRTA tetap harus melengkapi Deklarasi Informasi Kesehatan & Karantina dari Departemen Kesehatan (www.chp.gov.hk/hdf) sebelum naik pesawat untuk memberikan pernyataan kelengkapan vaksinasi dan hasil RAT sebelum keberangkatan.

Sesuai dengan model "0+3", pengaturan Hotel Karantina yang Ditunjuk (DQH) akan dibatalkan. Hari kedatangan di Hong Kong dimana tes asam nukleat pertama dilakukan adalah Hari ke-0. Selama pengawasan medis, PRTA harus melakukan RAT setiap hari dan diharuskan menjalani tes asam nukleat pada Hari ke-2. Setelah mendapatkan hasil tes negatif secara berturut-turut, kode Vaccine Pass milik PRTA akan berubah menjadi Kode Biru pada Hari ke-3 setelah kedatangan di Hong Kong. Setelah selesainya pengawasan medis, PRTA harus menjalani pemantauan mandiri selama empat hari berikutnya dan harus melakukan RAT setiap hari sampai Hari ke-7. Mereka juga diharuskan untuk melakukan tes asam nukleat pada Hari ke-4 dan Hari ke-6.

Untuk PRTA yang tiba di Hong Kong sebelum tanggal 26 September dan masih menjalani karantina di DQH pada hari yang sama, mereka diizinkan untuk meninggalkan hotel pada tanggal 26 September sebagaimana diatur oleh pihak hotel. PRTA yang tiba di Hong Kong dalam kurun waktu tiga hari (yaitu tiba di Hong Kong antara tanggal 24 sampai 26 September) akan tetap harus menjalani pengawasan medis dan mengikuti pembatasan Kode Amber. Jika pemberi kerja memilih agar PRTA meneruskan tinggal di hotel untuk menyelesaikan pengawasan medis dan pemantauan mandiri, pemberi kerja dapat menghubungi pihak hotel secara langsung. Pemberi kerja diharuskan untuk menanggung biaya akomodasi dan memberikan tunjangan makanan kepada PRTA, serta membayar PRTA dengan jumlah yang setara dengan remunerasi yang akan diperoleh PRTA jika mereka sudah mulai bekerja selama periode pengawasan medis dan pemantauan mandiri di hotel.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan di atas, silahkan merujuk ke siaran pers Pemerintah pada tanggal 24 September (www.info.gov.hk/gia/general/202209/24/P2022092400048.htm).

Portal khusus PRTA dari LD (www.fdh.labour.gov.hk) juga menyediakan informasi dan tautan yang berguna terkait pengaturan kontrol masuk untuk PRTA. Jika ada pertanyaan tentang pengaturan kontrol masuk untuk PRTA, silahkan menghubungi LD melalui hotline 24 jam di 2717 1771 (ditangani oleh 1823), melalui email ke fdh-enquiry@labour.gov.hk atau melalui formulir online di portal khusus (www.fdh.labour.gov.hk).

Catatan:
Orang-orang dengan kategori Kode Amber tidak dapat memasuki tempat-tempat di bawah ini tergantung pada “pemeriksaan aktif” Vaccine Pass dan tempat-tempat lain dengan kapasitas sebagai pelanggan atau pengunjung:

Tempat-tempat yang diatur oleh Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Persyaratan dan Pengarahan) (Bisnis and Tempat) (Bab. 599F) tergantung pada “pemeriksaan aktif” Vaccine Pass:

  • Tempat-tempat yang diharuskan untuk menggunakan QR Code Verification Scanner dan diatur dibawah Bab 599F, yaitu tempat bisnis katering (termasuk bar dan pub), pusat hiburan permainan, pemandian, pusat kebugaran, tempat hiburan, tempat hiburan umum dalam ruangan, ruang pesta, salon kecantikan dan tempat pijat, club house, klub atau klub malam, tempat karaoke, tempat mahjong, ruangan olah raga, kolam renang, kapal pesiar, ruangan acara, pemangkas rambut atau salon rambut dan tempat-tempat ibadah.
  • Tempat-tempat yang mengharuskan pemeriksaan Vaccine Pass sejauh mungkin secara visual, yaitu tempat hiburan umum di luar ruangan, tempat olah raga di luar ruangan dan tempat acara di luar ruangan.

Tempat-tempat lain: rumah perawatan orang tua/panti jompo, rumah perawatan untuk penyandang disabiliti, sekolah dan tempat-tempat pelayanan kesehatan yang ditunjuk.


2022.09.23 

Government announces lifting of compulsory quarantine requirement on arrival at Hong Kong

The Government announced on September 23 the lifting of compulsory quarantine requirement for inbound persons from overseas places or Taiwan starting from September 26, after analysing scientific data and striking a balance among factors such as transmission risks. The arrangement for inbound persons from the Mainland or Macao will be rationalised at the same time. The Government's goal is to minimise the inconvenience faced by inbound travellers due to quarantine requirements and allow room for Hong Kong to connect with the world as far as possible, while being able to contain the epidemic development.

...

The Government announced on September 23 the lifting of compulsory quarantine requirement for inbound persons from overseas places or Taiwan starting from September 26, after analysing scientific data and striking a balance among factors such as transmission risks. The arrangement for inbound persons from the Mainland or Macao will be rationalised at the same time. The Government's goal is to minimise the inconvenience faced by inbound travellers due to quarantine requirements and allow room for Hong Kong to connect with the world as far as possible, while being able to contain the epidemic development.

Starting September 26, the boarding requirements and quarantine arrangements for inbound persons from overseas places or Taiwan will be adjusted as follows:

  • Presentation of a negative nucleic acid testing report prior to boarding will no longer be required. Instead, a declaration of the negative result of a self-arranged rapid antigen test (RAT) conducted within 24 hours prior to the scheduled time of departure should be made via the online Health & Quarantine Information Declaration of the Department of Health.
  • Boarding requirement of having completed vaccination for Hong Kong residents will be lifted. Non-Hong Kong residents aged 12 or above will still be required to be fully vaccinated or have obtained a medical exemption certificate before they are allowed to board a flight for Hong Kong.
  • "Test-and-go" arrangement will be implemented at the Hong Kong International Airport, i.e. inbound persons will not be required to wait for the test result at the airport after undergoing specimen collection for the nucleic acid test. They can take public transport or self-arranged transport to return to their home or their hotel of choice.
  • Quarantine arrangement upon arrival at Hong Kong will be changed to "0+3", i.e. no compulsory quarantine will be required. There will be three days of medical surveillance during which inbound persons are free to go out but are obliged to comply with Amber Code restrictions under the Vaccine Pass, followed by a four-day self-monitoring period, making it a 7-day observation period in total.
  • Nucleic acid tests at community testing centres, mobile testing stations or other recognised institutions on Day 2, Day 4 and Day 6 (the day of arrival is Day 0) will be required upon arrival at Hong Kong, supplemented by daily RATs from Day 1 to Day 7.
  • For inbound persons who are tested positive by nucleic acid tests or RATs, their Vaccine Pass will be converted to a Red Code. Their isolation arrangements will be aligned with that for local cases.

A Government spokesman said that the COVID-19 epidemic situation rebounded since June due to the Omicron virus variant. The daily caseload spiked from low three-digits to four-digits, while the more transmissible sub-lineage BA.5 has replaced the earlier sub-lineage BA.2 since August, quickly turning the epidemic situations severe, leading to over 10 000 daily confirmed cases in early September. To cope with the epidemic situation, regular services of the public healthcare system was cut down substantially. Nonetheless, with the concerted efforts of the public and the Government in fighting the virus, the number of confirmed, hospitalised, and critical cases and death were much lower compared to that recorded during the period between February and April. At the same time, the vaccination rate for two doses among the overall population in Hong Kong has also significantly increased from less than 70 per cent in the beginning of this year to more than 90 per cent so far. At present, the epidemic situation has peaked and is showing signs of subsiding, with the real-time effective reproductive number for local cases dropping below 1, demonstrating that the enhanced immunity shield at community level is able to ward off the spread of the COVID-19 virus. A series of precise prevention and control measures and measures putting targeted groups as the focus of protection implemented by the Government has also effectively reduced infection, serious illness and fatality of high-risk groups. There was no need for Hong Kong to tighten social distancing measures to a large extent as per previous instances, avoiding any impact on the daily lives of the public and socio-economic activities. In response to the latest data and development trends of the epidemic, the Government considered that Hong Kong is equipped with the conditions to relax inbound control measures and to resume the international connection on the premise of striking a balance among risks and economic impetus.

The spokesman said that after the implementation of "3+4" quarantine arrangements for inbound persons from overseas places or Taiwan since August 12, the daily average number of imported cases in actual recorded a downward trend despite a 20 per cent increase in the number of relevant inbound travellers. The proportion of imported cases has dropped from 4.7 per cent to 3.3 per cent, and the 7-day moving average of imported cases to total caseload has decreased from 4.7 per cent on August 15 to 1.9 per cent on September 15. According to observations in the past few weeks, it has been an effective measure to curb potential transmission by restricting inbound persons from entering high-risk premises that involved mask-off or group activities during the medical surveillance through implementation of the Amber Code arrangement under Vaccine Pass. Overall, under the relevant inbound control measures and the Red and Amber Codes arrangements under the Vaccine Pass, imported cases have not posed any impact on the local epidemic situation nor incurred any additional pressure on the local public healthcare system. The data above indicated that inbound control measures together with Red and Amber Codes arrangements are effective in reducing imported case risks and achieving the goal of the proper management of infection risks.

Details of inbound control measures to be implemented starting from 6am on September 26 (Hong Kong Time) are as follows:

Arriving at Hong Kong from overseas places or Taiwan
------------------------------------------------------------

(1) Boarding requirements

With the COVID-19 testing services in overseas places being scaled back, inbound persons may have difficulties in obtaining the required testing report prior to boarding for Hong Kong. Therefore, the pre-departure test for inbound persons from overseas places and Taiwan will be changed to an RAT (can be self-administered or by professional swab sampling) conducted within 24 hours prior to the scheduled time of departure. The relevant inbound persons should then declare the test result via the Health & Quarantine Information Declaration.

In addition, as the Government has standardised requirements for issuing Provisional Vaccine Pass (see separate press release), the boarding requirement for Hong Kong residents to be fully vaccinated will then be lifted. However, in order to avoid putting pressure on the local healthcare system once visitors are identified as confirmed cases, non-Hong Kong residents aged 12 or above arriving from overseas places are still required to be fully vaccinated (Note 1) before they are allowed to board a flight for Hong Kong.

Inbound persons will still be required to complete the online Health & Quarantine Information Declaration of the Department of Health (www.chp.gov.hk/hdf/) in advance, including declaration of vaccination records and the results of pre-departure RAT. They are also required to present the green health declaration QR code generated upon completion of declaration (which can be a downloadable version of the QR code, a screen shot or a printout) at check-in for verification by airlines for boarding. The health declaration QR code will still be valid for 96 hours, i.e. inbound persons can submit the declaration form as early as three days before their scheduled arrival time in Hong Kong (for instance, a person arriving at Hong Kong on Monday may submit declaration form starting from Friday). They can then save the time by further updating the declaration after obtaining the negative result of a RAT.

(2) Arrangements upon arrival

Upon arrival at Hong Kong, the relevant persons will be required to register for undergoing a nucleic acid test by scanning the health declaration QR code. The system will issue medical surveillance notices, vaccination records and Provisional Vaccine Pass QR codes electronically. After having their specimen collected for nucleic acid testing, the relevant inbound persons may proceed with the normal arrival process. They can continue with immigration and customs clearance, claim their baggage and leave the airport by self-arranged transport, including taking public transport. In other words, inbound persons are no longer required to undergo an RAT to obtain a negative result before they can be released under the current "test-and-hold" arrangement. The relevant persons are subject to the Amber code restrictions.

(3) Amber Code restrictions during medical surveillance period and subsequent self-monitoring

Relevant inbound persons are not required to undergo compulsory quarantine, but will be under three days of medical surveillance, during which they are subject to Amber Code restrictions, and are not allowed to enter high-risk premises involving mask-off or group activities, as well as other premises requiring key protection (Note 2). They can conduct daily essential activities of lower risks, such as taking public transport, going to work, entering supermarkets and markets, etc.

For relevant inbound persons who are consecutively tested negative, medical surveillance and Amber Code restrictions on them will end at 9 am on Day 3 of arrival at Hong Kong. They will then be subject to a four-day self-monitoring period right afterwards.

(4) Testing arrangements

Inbound persons from overseas places or Taiwan are subject to multiple tests after arrival at Hong Kong:

  • Day 0: nucleic acid test at the airport;
  • Day 2, Day 4 and Day 6: after obtaining a negative result of RAT on respective days, inbound persons should undergo nucleic acid test at a community testing centre or a mobile specimen collection station, or arrange a self-paid test by professional swab sampling at a local medical testing institution recognised by the Government; and
  • During medical surveillance and self-monitoring periods, inbound persons are subject to daily RAT until Day 7 of arrival at Hong Kong.

The handling arrangements for persons testing positive will be aligned with that for local cases, and their Vaccine Pass will be switched to Red Code. Relevant persons should provide information to the Centre for Health Protection through the online platforms (for nucleic acid tests or RATs). For further details, please refer to the webpage on Points to Note for Persons who Tested Positive.

(5) Transitional arrangement

For persons who arrived at Hong Kong before September 26 and are still undergoing quarantine at Designated Quarantine Hotels (DQHs) (i.e. persons who arrived at Hong Kong between September 23 and 25) on that day, they are allowed to leave as arranged by DQHs on September 26. Persons who arrived at Hong Kong within three days (i.e. persons who arrived at Hong Kong between September 24 and 26) will still be required to undergo medical surveillance and be subject to Amber Code restrictions.

Meanwhile, these persons will be required to undergo self-arranged nucleic acid tests and daily RATs in accordance with point (4).

Rationalising requirements for inbound persons from Mainland or Macao
--------------------------------------------------------------------------------

The Government will rationalise concurrently the requirements for inbound persons from the Mainland or Macao who have no travel history of overseas places or Taiwan in the seven days prior to arrival at Hong Kong. As such, the Return2hk Scheme and Come2hk Scheme will be extended to cover all places in the Mainland and Macao with no quota restriction. Advanced application and nucleic acid test before arrival at Hong Kong are also not required. In other words, inbound persons from the Mainland or Macao will not be required to undergo home quarantine after arriving at Hong Kong. However, they will still need to undergo nucleic acid test on Day 2 and be subject to self-monitoring in the three days after arrival at Hong Kong. For persons who arrived at Hong Kong earlier and are undergoing home quarantine, they will no longer be required to undergo home quarantine from September 26 onwards and can then remove their electronic wristbands.

Furthermore, persons travelling from Hong Kong to the Mainland or Macao are still subject to the special testing arrangement to undergo an additional free rapid nucleic acid test prior to their departure via land boundary control points or the airport. Only those who received a negative result can continue with their journeys. To prevent the exportation of cases and to support the nation's anti-epidemic efforts, persons subject to Amber Code restrictions will not be allowed to undergo the relevant special nucleic acid test at land boundary control points or the airport, meaning that inbound person from overseas places or Taiwan are not allowed to transit to the Mainland or Macao within the three days upon arrival at Hong Kong.

The spokesman said, "With the efforts spent over the past months and thanks to the co-operation by members of the public, we are able to contain the epidemic effectively and at the same time maintain the operation of the public healthcare system. We did not need to resort to tightening social distancing measures and were able to create room for adjustment to inbound control measures. The Government will continue to tackle the epidemic development under the principles of science-based and targeted anti-epidemic measures, as well as the proper management of risks and citizen-focused facilitation. The Government will also adjust anti-epidemic measures as appropriate based on analyses of scientific data in order to avoid backtracking. It is our aim to facilitate activities and people flow essential to socio-economic recovery, so as to safeguard the wellbeing of citizens while reducing the disruption to normal social activities, with a view to achieving the greatest effect with the lowest cost."

The Government will gazette the relevant updated specifications under the Compulsory Quarantine of Certain Persons Arriving at Hong Kong Regulation (Cap. 599C), the Compulsory Quarantine of Persons Arriving at Hong Kong from Foreign Places Regulation (Cap. 599E), the Prevention and Control of Disease (Regulation of Cross-boundary Conveyances and Travellers) Regulation (Cap. 599H), and the Prevention and Control of Disease (Compulsory Testing for Certain Persons) Regulation (Cap. 599J) to effect the above measures.

Note 1:
For the purpose of inbound boarding requirements, fully vaccinated generally involves receiving two doses of the Sinovac COVID-19 vaccine (CoronaVac vaccine) or the Fosun Pharma/BioNTech COVID-19 vaccine (Comirnaty vaccine) at least 14 days before coming to Hong Kong. Persons previously infected with COVID-19 who have received one dose of COVID-19 vaccine can be considered fully vaccinated. As for persons aged between 12 and 17 on the scheduled day of departure for Hong Kong, they may be deemed to have completed the COVID-19 vaccination course on receiving one dose of the Comirnaty vaccine.

For individuals who received COVID-19 vaccines in places outside of Hong Kong and have received the required dose(s) as stipulated in the List of COVID-19 Vaccines Recognised for Specified Purposes (listed vaccines) at least 14 days prior to arrival at Hong Kong; or for those who received a combination of doses of listed vaccines, receiving a combined number of doses of the listed vaccines equivalent to the recommended number of dose(s) of one of the listed vaccines received, whichever higher the number is applicable (except in the case that the recommended dosage of one of the listed vaccines received is "1"), they will also be regarded to have completed the vaccination course of the relevant COVID-19 vaccine.

For the purpose of boarding requirements, relevant persons who are fully vaccinated, as well as children under 12-year-old accompanied by them, can board for Hong Kong. In addition, persons who (i) are unfit for vaccination due to health reasons with relevant proof from a medical practitioner; or (ii) have received one dose of recognised COVID-19 vaccine, if they were certified by a medical practitioner that they were unfit to receive the second dose of COVID-19 vaccine because of health reasons after receiving the first dose of vaccine are also allowed to board flights for Hong Kong. The relevant medical certificate must indicate the relevant health reasons in English or Chinese.

Note 2:
Premises regulated under Cap. 599F which are subject to "active checking" of the Vaccine Pass:

  • Premises required to use the QR Code Verification Scanner and is regulated under Cap. 599F, i.e. catering business premises (including bars or pubs), amusement game centres, bathhouses, fitness centres, places of amusement, indoor places of public entertainment, party rooms, beauty parlours and massage establishments, club houses, clubs or nightclubs, karaoke establishments, mahjong-tin kau premises, indoor sports premises, swimming pools, cruise ships, indoor event premises, barber shops or hair salons and religious premises.
  • Premises required to inspect the Vaccine Pass visually as far as feasible, i.e. outdoor places of public entertainment, outdoor sports premises and outdoor event premises.

Other premises: residential care homes for the elderly, residential care homes for persons with disabilities, schools and designated healthcare premises.

A person holding an Amber Code who works or study at those premises, or receives services at the designated healthcare premises, are not subject to the restriction under the Vaccine Pass. However, their entry will subject to any additional rules or requirements imposed by the employers or persons-in-charge of individual premises in accordance with their own needs.


2022.09.21

Langkah-langkah untuk membantu pengurus rumah tangga asing dan majikan untuk mengatasi pandemi COVID-19 diperpanjang (Measures to assist foreign domestic helpers and employers cope with COVID-19 pandemic extended)

Pemerintah hari ini ( 21 September) mengumumkan bahwa langkah-langkah untuk membantu pekerja rumah tangga asing (FDHs) dan majikan mereka untuk mengatasi pandemi COVID-19 akan diperpanjang.

...

Pemerintah hari ini ( 21 September) mengumumkan bahwa langkah-langkah untuk membantu pekerja rumah tangga asing (FDHs) dan majikan mereka untuk mengatasi pandemi COVID-19 akan diperpanjang.

Perpanjangan masa berlaku kontrak yang ada

Pemerintah akan terus memungkinkan pemberi kerja untuk memperpanjang masa berlaku kontrak yang ada dengan FDH keluar mereka. Untuk semua kontrak FDH yang akan berakhir pada atau sebelum 31 Desember 2022 , Komisioner Tenaga Kerja telah memberikan persetujuan prinsip untuk memperpanjang masa kerja yang tercantum dalam Klausul 2 Kontrak Kerja Standar untuk jangka waktu paling lama enam bulan, atas dasar bahwa variasi tersebut disepakati bersama oleh majikan dan FDH yang bersangkutan. Namun, aplikasi untuk perpanjangan kontrak lebih lanjut yang telah diperpanjang berdasarkan pengaturan fleksibilitas yang diumumkan sebelumnya tidak akan dipertimbangkan.

Jika pengaturan tidak dapat dibuat untuk FDH yang baru direkrut untuk datang ke Hong Kong dalam jangka waktu enam bulan yang disebutkan di atas, dan majikan harus terus mempekerjakan FDH -nya di luar jangka waktu enam bulan yang diperpanjang, majikan harus mempertimbangkan mengajukan perpanjangan kontrak dengan FDH yang ada.

Penundaan kembali ke tempat asal

Dalam keadaan normal, seorang FDH dengan kontrak baru dengan majikan yang sama, atau karena akan memulai kontrak baru dengan majikan baru setelah berakhirnya kontrak yang ada, dapat mengajukan permohonan ke Departemen Imigrasi (ImmD) untuk menunda kepul angannya ke tempat asal tidak lebih dari satu tahun setelah kontrak yang ada berakhir, dengan persetujuan majikannya yang sekarang atau majikan barunya.

Mengingat pandemi COVID-19 , Pemerintah akan lebih memperpanjang pengaturan fleksibilitas saat ini. Jika seorang FDH tidak dapat kembali ke tempat asalnya dalam jangka waktu satu tahun tersebut, ia dapat, atas persetujuan majikan, mengajukan permohonan kepada ImmD untuk perpanjangan lebih lanjut dari batas tinggal sampai akhir masa tinggal. kontraknya sedemikian rupa sehingga ia dapat kembali ke tempat asalnya dalam jangka waktu tersebut. Permohonan tersebut dapat diterima dalam waktu delapan minggu sebelum berakhirnya batas tinggal FDH yang ada (yaitu sama dengan perpanjangan kontrak).

Pemerintah mengingatkan pengusaha dan FDHs bahwa pengaturan fleksibilitas di atas harus disepakati bersama di antara mereka, dan bahwa persyaratan FDHs kembali ke tempat asalnya tetap berlaku. Majikan harus mengatur agar FDH mereka kembali ke tempat asal mereka dalam batas waktu tinggal yang diperpanjang.

Pemerintah akan terus memantau situasi dan meninjau langkah-langkah di atas dan pengaturan fleksibilitas jika diperlukan.

Untuk mengaitkan dengan langkah-langkah pencegahan penyakit dan mengurangi arus orang, Pemerintah mengimbau anggota masyarakat untuk mengajukan aplikasi visa untuk FDH dan mempekerjakan FDH lebih lanjut melalui cara online, termasuk melalui aplikasi seluler ImmD .  Melalui layanan elektronik untuk aplikasi visa dan pengaturan "e-Visa" yang diterapkan oleh ImmD, masyarakat dapat menyelesaikan seluruh proses aplikasi visa, termasuk pengajuan aplikasi, pembayaran, dan pengambilan "e-Visa". Mereka juga dapat menanyakan tentang status aplikasi dan menyerahkan dokumen tambahan dan pemberitahuan pemutusan dini kontrak kerja melalui halaman web khusus "Layanan Online untuk Pembantu Rumah Tangga Asing" yang dibuat oleh ImmD di www.immd.gov.hk/fdh. Seluruh proses tidak mengharuskan mereka untuk mengunjungi kantor ImmD secara langsung untuk melalui formalitas, yang nyaman dan menghemat waktu, sekaligus mengurangi kebutuhan untuk bepergian dan berkontribusi pada upaya memerangi virus bersama.

Pemerintah juga menghimbau majikan dan FDHs mereka untuk memperhatikan batas masa tinggal dan masa berlaku paspor dari FDHs dan mengatur permohonan visa dan penggantian paspor terlebih dahulu.

Untuk pertanyaan tentang hak kerja dan manfaat FDHs , silakan hubungi Departemen Tenaga Kerja (LD) di hotline FDH khusus di 2157 9537 (diawaki oleh 1823 ) atau melalui email ke fdh-enquiry@labour.gov.hk. Portal FDH khusus (www.fdh.labour.gov.hk) yang didirikan oleh LD juga menyediakan informasi dan tautan berguna yang berkaitan dengan penggunaan FDHs . Untuk pertanyaan tentang aplikasi visa FDH, silakan hubungi ImmD dengan menghubungi hotline pertanyaan di 2824 6111 atau dengan mengirim email ke enquiry@immd.gov.hk.


2022.02.24

Majikan dilarang memberhentikan pengurus rumah tangga asing yang terjangkit covid-19 (Employers should not dismiss foreign domestic helpers who have contracted COVID-19)

Hari ini (24 Februari), Departemen Tenaga Kerja (LD) mengingatkan bahwa majikan dilarang memberhentikan pengurus rumah tangga asing (FDH) yang terjangkit COVID-19 dan diharuskan untuk mematuhi persyaratan berdasarkan UU Ketenagakerjaan (EO) dan Kontrak Kerja Standar (SEC) di tengah pandemi.

...

Hari ini (24 Februari), Departemen Tenaga Kerja (LD) mengingatkan bahwa majikan dilarang memberhentikan pengurus rumah tangga asing (FDH) yang terjangkit COVID-19 dan diharuskan untuk mematuhi persyaratan berdasarkan UU Ketenagakerjaan (EO) dan Kontrak Kerja Standar (SEC) di tengah pandemi.

Juru bicara LD mengatakan bahwa, "Majikan yang mempekerjakan FDH harus mematuhi kewajiban dan persyaratan berdasarkan EO dan SEC. Kami ingin mengingatkan bahwa para majikan dilarang memutus kontrak kerja karena FDH terjangkit COVID-19. Berdasarkan EO, majikan dilarang memutus kontrak kerja pekerja pada hari cuti sakit berbayarnya, kecuali dalam hal pemecatan mendadak akibat kelalaian serius yang dilakukan oleh pekerja. Majikan yang melanggar ketentuan yang relevan di EO akan dianggap melanggar hukum dan dapat dijatuhi tuntutan, serta, atas putusan bersalah, dapat dikenai denda maksimum sebesar $100.000. Selain itu, apabila majikan melanggar EO, yang bersangkutan akan dianggap tidak memenuhi syarat untuk mempekerjakan FDH dalam rentang waktu tertentu dan pengajuan visa untuk FDH akan ditolak. Majikan juga diingatkan atas kemungkinan pelanggaran UU Diskriminasi Penyandang Disabilitas (DDO) apabila majikan tersebut memperlakukan FDH secara tidak baik (misalnya memberhentikan) karena terjangkit oleh atau telah sembuh dari COVID-19."

Selama EO berlaku, majikan harus memberikan cuti sakit dan tunjangan sakit kepada FDH yang memenuhi syarat sesuai dengan EO apabila FDH tersebut jatuh sakit. Apabila hari sakit berbayar belum cukup terkumpul oleh FDH yang sakit untuk menutupi masa cuti sakitnya, Pemerintah mengimbau majikan untuk berbelas kasih dan mempertimbangkan untuk memberikan cuti sakit berbayar kepada FDH. Selain itu, berdasarkan ketentuan dalam SEC, majikan harus memberikan akomodasi yang sesuai tanpa dipungut biaya serta pengobatan medis bebas biaya kepada FDH.

Juru bicara melanjutkan, "FDH membantu keluarga Hong Kong untuk melakukan pekerjaan rumah tangga serta merawat lansia dan mengasuh anak. Mereka berkontribusi besar untuk Hong Kong. Saat ini, jumlah FDH sudah menurun menjadi sekitar 340.000 dari puncaknya, yakni 400.000 pada Januari 2020 akibat pandemi. Dalam menghadapi pandemi, diperlukan sikap saling mendukung dan pengertian. Demi memenuhi kebutuhan keluarga setempat, kita harus meningkatkan dukungan dan perlindungan kepada FDH agar reputasi Hong Kong sebagai tempat kerja yang menarik bagi FDH tetap terjaga. Pemerintah mengimbau para majikan dan FDH untuk melawan virus bersama-sama. Majikan tidak boleh sewenang-wenang memberhentikan FDH yang terinfeksi. Setiap FDH yang dipecat oleh majikan akibat terjangkit COVID-19 dapat mendatangi LD untuk mendapatkan bantuan."

FDH dan majikan dapat menelepon saluran siaga FDH di 21579537 (ditangani oleh 1823), mengirim surel ke fdh-enquiry@labour.gov.hk atau menghubungi LD melalui formulir daring di Portal khusus (www.fdh.labour.gov.hk). Untuk informasi terkait COVID-19 dan DDO, majikan dapat merujuk pada situs web Komisi Kesetaraan Kesempatan

(www.eoc.org.hk/en/news-and-events/covid-19-and-discrimination).